Salmah Orbayinah Tekankan Pentingnya Iman, Ilmu, dan Amal bagi Lulusan UNISA Yogyakarta
YOGYAKARTA – Wisuda menjadi momentum penting bagi mahasiswa setelah menyelesaikan proses pendidikan dan meraih gelar akademik. Namun, perjalanan tersebut tidak berhenti setelah mengenakan toga. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama berada di bangku kuliah diharapkan dapat diteruskan menjadi kontribusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, dalam sambutannya pada acara wisuda Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
Salmah menyampaikan apresiasi kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan dalam waktu empat tahun atau kurang. Para lulusan diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Kami berharap setelah wisuda ini, ananda dapat menyebarkan ilmu-ilmu yang sudah diraih ke seluruh pelosok negeri sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Salmah kemudian mengingatkan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Semangat tersebut, menurutnya, telah menjadi bagian dari gerakan ‘Aisyiyah dan menyebut bahwa UNISA Yogyakarta menjadi salah satu dari 11 perguruan tinggi ‘Aisyiyah yang tersebar di Indonesia.
Salmah juga menyinggung kiprah Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan dalam memperluas akses pendidikan bagi perempuan dan anak. Menurutnya, pengakuan terhadap perjuangan Siti Walidah sebagai Pahlawan Nasional menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam membangun pendidikan dan perubahan sosial.
“Bukan karena Bu Walidah sebagai istri, tetapi karena peran-perannya. Beliau adalah perempuan yang berhasil memberikan perubahan dan memberikan akses pendidikan yang luas kepada anak-anak yang saat itu mengalami hambatan untuk mendapatkan pembelajaran,” ungkapnya.

Salmah turut mengapresiasi proses pendidikan yang diberikan UNISA Yogyakarta kepada para mahasiswa. Menurutnya, pendidikan di UNISA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan sesuai bidang keilmuan dan keterampilan, UNISA Yogyakarta juga membekali kekuatan spiritual sebagai bagian dari bekal lulusan UNISA. Nilai tersebut salah satunya dibangun melalui pembelajaran Akidah, Akhlak, dan Kemuhammadiyahan yang mengajarkan nilai-nilai Kebajikan yang dibutuhkan untuk menghadapi kehidupan setelah lulus.
“Ilmu yang diajarkan di UNISA bukan hanya pengetahuan yang diserap oleh memori dan dikembangkan oleh akal, tetapi juga proses pendidikan yang membentuk insan-insan yang baik dan insyaallah bermanfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Salmah mengingatkan tiga hal yang perlu melekat dalam diri para lulusan, yakni iman, ilmu, dan amal. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang dapat menjadi dasar dalam menjalani kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan.
“Iman menjadi fondasi dalam pembelajaran, kemudian ilmu sebagai pengetahuan dan amal sebagai perbuatan. Antara iman, ilmu, dan amal harus menjadi satu rangkaian yang melekat pada diri kita semuanya,” pungkasnya.
Salmah pun mendoakan agar ilmu yang diperoleh para lulusan menjadi ilmu yang bermanfaat, tidak hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga menjadi bekal kebaikan di akhirat. (Nola)

