Perkuat Kaderisasi dan Pelayanan, ‘Aisyiyah Luncurkan Tiga Rumah Layanan di Bawean
GRESIK — Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah melalui Majelis Pembinaan Kader (MPK) menggelar Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berbasis Nilai Damai di Alun-Alun Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jawa Timur Jumat (25/9/2026). Kegiatan bertema “Menguatkan Kepemimpinan Perempuan Pesisir untuk Mendorong Kemandirian Ekonomi dan Ketahanan Keluarga” tersebut dirangkai dengan peluncuran tiga pusat layanan ‘Aisyiyah yakni Rumah Kader ‘Aisyiyah Tunas Tangkasa, Rumah Lansia Sehat Sakinah Berkarya Berdaya, dan Rumah Layanan Intervensi Gerakan ‘Aisyiyah Layani Disabilitas (GALA).
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah mengatakan, penguatan kepemimpinan perempuan perlu berjalan beriringan dengan pelayanan nyata bagi masyarakat. “Dakwah tidak hanya sekadar di mimbar ataupun pengajaran, tetapi dakwahnya Pak Kiai Dahlan yang kemudian kita teruskan sampai saat ini adalah diwujudkan dalam amal nyata untuk menjawab persoalan-persoalan yang ada dalam bentuk amal usaha,” kata Salmah.
Menurut Salmah, keberadaan tiga layanan tersebut menjadi bagian dari upaya ‘Aisyiyah menghadirkan pelayanan yang dapat diakses masyarakat secara luas, termasuk kelompok lansia dan penyandang disabilitas. “Tidak ada satu pun orang yang bisa tertinggal, no one left behind. Semua harus ikut sama, ya, ikut merasakan akses pendidikan, akses kesehatan, dan akses semuanya,” tegasnya.
Wakil Ketua MPK PP ‘Aisyiyah, Maesyaroh menekankan bahwa keberlanjutan gerakan ‘Aisyiyah membutuhkan kader yang siap meneruskan dan mengembangkan gerakan. “Kita boleh memiliki organisasi yang besar, struktur yang lengkap, amal usaha yang banyak, dan program yang beragam, tetapi semua itu tidak akan memiliki keberlanjutan apabila kita tidak mempunyai kader yang siap melanjutkan, mengembangkan, dan menyempurnakan gerakan,” jelasnya.
Karena itu, Maesyaroh berharap penguatan kaderisasi berjalan bersama dengan pelayanan masyarakat melalui tiga pusat layanan yang diluncurkan. “Ketiga itu diharapkan menjadi satu ekosistem dakwah dan pelayanan ‘Aisyiyah di Bawean,” ungkapnya.
Sementara itu, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Siti Dalilah Candrawati, menyampaikan mengapresiasinya kepada PCA Sangkapura yang menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa ‘Aisyiyah merupakan mitra Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah dan pemberdayaan masyarakat. “Inilah kami, Bapak/Ibu yang saya hormati, ‘Aisyiyah sebagai mitra organisasi Muhammadiyah. Kita bukan organisasi konco wingking, melainkan organisasi mitra yang bersama-sama Muhammadiyah berdakwah menyebarkan Islam, memberikan pencerahan, pembebasan, pemberdayaan, dan kemajuan di masyarakat,” tegasnya.
Camat Sangkapura Umar Juned menyambut baik peluncuran layanan tersebut, terutama perhatian ‘Aisyiyah terhadap kelompok penyandang disabilitas. “Kami terus terang di sini berbangga sekali bahwa kegiatan-kegiatan dari mulai kader, mulai juga rumah lansia, ada juga terkait dengan masalah disabilitas,” ujarnya.
Umar berharap layanan yang dicanangkan ‘Aisyiyah dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bawean. “Mudah-mudahan apa yang sudah hari ini dicanangkan oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, mudah-mudahan ke depan bisa terus bergerak untuk memanusiakan manusia, terutama dalam rangka untuk mengangkat harkat martabat rekan, teman, sahabat, saudara kita yang disabilitas,” harapnya.
Ketua Panitia Nyimas Muthmainnah mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum penting karena merupakan kunjungan PP ‘Aisyiyah ke Pulau Bawean setelah sekitar 60 tahun. “Setelah kurang lebih 60 tahun, Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah kembali melakukan kunjungan ke Pulau Bawean,” tuturnya.
Selain pelatihan kepemimpinan, rangkaian kegiatan juga mencakup pelatihan membaca Al-Qur’an isyarat, Tarbiatul Mar’ah ‘Aisyiyah, serta pendampingan orang tua anak hebat. Melalui pelatihan kepemimpinan dan peluncuran tiga pusat layanan tersebut, ‘Aisyiyah memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas pelayanan bagi masyarakat Bawean, khususnya perempuan, lansia, penyandang disabilitas, anak, dan keluarga.


