Salmah Orbayinah Beri Enam Pesan untuk PP Nasyiatul ‘Aisyiyah 2026–2030
YOGYAKARTA — “Di tangan kader Nasyiah hari ini akan menjadi wajah gerakan perempuan muda Muhammadiyah, untuk membangun masa depan bangsa Indonesia lebih baik lagi.” Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah dalam Taaruf Pimpinan Pusat Nasyiatul ‘Aisyiyah Periode 2026–2030 di SM Tower Malioboro, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026).
Salmah mengatakan, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) memiliki posisi penting dalam melanjutkan estafet perjuangan dakwah sekaligus mempersiapkan kader perempuan muda Muhammadiyah. Karena itu, kepemimpinan PP NA periode 2026–2030 perlu dipahami sebagai amanah untuk meneruskan perjuangan dan menghadirkan gerakan yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Atas nama PP ‘Aisyiyah, Salmah menyampaikan selamat atas dikukuhkannya jajaran PP NA periode 2026–2030. Ia mengingatkan bahwa kehadiran NA sejak awal merupakan bagian dari upaya ‘Aisyiyah mempersiapkan generasi penerus perjuangan dakwah.
“NA hadir salah satunya untuk kebutuhan mendidik, membina, dan menggerakkan generasi perempuan muda Muhammadiyah dalam perjuangan dakwah,” katanya.
Salmah menjelaskan, cikal bakal NA telah muncul di lingkungan ‘Aisyiyah sejak 1919 melalui Siswa Praja Wanita (SPW). Kehadiran organisasi ini menunjukkan kepedulian ‘Aisyiyah terhadap pentingnya mempersiapkan generasi perempuan muda untuk turut berjuang dan berdakwah, bukan hanya mengandalkan generasi senior.
Menurut Salmah, pengukuhan pimpinan baru merupakan bentuk komitmen sekaligus amanah yang membutuhkan kesiapan untuk melanjutkan perjuangan. Ia berharap kepemimpinan baru NA dapat menjalankan tanggung jawab dengan semangat melayani dan memastikan gerakan organisasi memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pengukuhan ini suatu bukti komitmen. Ini adalah amanah yang tidak mudah, membutuhkan komitmen dan kesiapan untuk melanjutkan estafet perjuangan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Salmah menyampaikan sejumlah pesan kepada jajaran PP NA periode 2026–2030. Pertama, ia mendorong NA untuk terus memperkuat kaderisasi sebagai fondasi keberlanjutan gerakan. Menurutnya, kaderisasi tidak hanya penting untuk menjalankan program organisasi, tetapi juga untuk menyiapkan pemimpin yang akan meneruskan perjuangan pada periode berikutnya.
Kedua, seluruh gerakan NA diharapkan berorientasi pada dakwah yang relevan dengan generasi muda dan sesuai dengan kondisi zaman. Gerakan dakwah perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan serta kebutuhan perempuan muda agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan.
Ketiga, Salmah mendorong penguatan kemandirian ekonomi perempuan muda sebagai salah satu aspek penting dalam membangun kapasitas dan daya dukung kader dalam menjalankan peran di masyarakat.
Keempat, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kehidupan keluarga. Kader perempuan muda diharapkan mampu membagi waktu serta turut memperkuat ketahanan keluarga.
Kelima, Salmah mendorong kader NA untuk memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi. Menurutnya, ruang digital menjadi sarana strategis bagi perempuan muda Muhammadiyah untuk menyampaikan gagasan dan memperluas jangkauan dakwah.
Keenam, ia berpesan agar NA menjaga estafet kepemimpinan dengan tidak hanya berfokus pada terlaksananya program, tetapi juga mempersiapkan kader dan pemimpin untuk melanjutkan kepemimpinan organisasi.
Menutup sambutannya, Salmah berharap jajaran PP NA periode 2026–2030 dapat menjalankan amanah dengan semangat perempuan muda berkemajuan serta terus memperkuat kontribusinya dalam gerakan dakwah Muhammadiyah. (Suri)


